Tags

, , , ,


cabe-cabean, orang bilang cewek gampangan
cabe-cabean, cewek-cewek murahan
cabe-cabean, orang bilang cewek kampungan
cabe-cabean, cewek buat mainan

Kalimat-kalimat di atas merupakan lirik lagu yang berjudul Cabe-cabean. Lagu yang rilis pada bulan Desember 2013 tersebut adalah lagu dangdut yang dinyanyikan oleh Imey Mey.

Kata-kata dalam lagu tersebut menunjukkan bahwa betapa negatifnya pendapat orang tentang cabe-cabean. Cabe-cabean itu pun ditujukan kepadajenis kelamin perempuan. Namun, ini adalah fenomena yang sungguh-sungguh terjadi di dalam masyarakat kita. Entah dari mana istilah cabe-cabean ini muncul. Hingga sampai saat ini pun saya masih bertanya-tanya. Ada berbagai versi singkatan, salah satunya “CAntik BEgo”. Terdengar lucu, ya? 

Cabe-cabean ini sebutan bagi remaja perempuan dan berkonotasi negatif. Konotasi negatif artinya cenderung mengarah ke hal yang jelek, buruk, negatif, dan tidak sesuai norma dan susila. Nah, ada sebutan baru seperti “terong-terongan”, yaitu sebutan untuk remaja laki-laki yang aktivitasnya seperti cabe-cabean itu. 

Pelaku cabe-cabean ini umumnya adalah remaja. Mengapa remaja? Karena pada usia remaja ini mereka mengembangkan kemampuan sosialisasi, kemampuan berinteraksi/berelasi dengan lawan jenis, menarik lawan jenis, dan mengekpresikan diri mereka. Jadi, pelaku remaja lebih dimaklumi dibandingkan pelaku dewasa. Cabe-cabean itu sesungguhnya ialah remaja-remaja kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari lingkungannya, terutama orang tua dan keluarga. Remaja cabe-cabean ini berusaha mencari teman bicara, mencari perhatian dari teman sebayanya.  Nah, ketika dia menemukan orang-orang yang mau menerimanya, disitulah ia menetap dan berkembang. Jika ternyata ia diterima di lingkungan kelompok motor dan cabe-cabean, disitu lah dia mengekspresikan dirinya.

Beberapa pendapat mengenai penyebab munculnya fenomena cabe-cabean dan terong-terongan ini antara lain:
* Budaya masyarakat yang mulai permisif. Maksudnya lingkungan keluarga dan masyarakat mulai kurang peduli dengan lingkungannya. Orang-orang mulai cuek dan merasa tidak perlu mengurus urusan orang lain.
* Pengaruh media sosial dan gadjet menjadikan pola pikir anak remaja tanggung kerap dihinggapi keingintahuan yang berlebihan. Rasa ingin tahu ini dapat tersalurkan melalui lingkungan sosialnya, yaitu lingkungan anak muda yang suka kebut-kebutan liar dan nongkrong-nongkrong pada malam hari.

Seseorang yang menjadi cabe-cabean dapat berubah menjadi lebih baik. Namun, waktunya tidak dapat ditentukan. Ada yang bisa langsung berubah tidak lama kemudian, namun ada pula yang sulit sekali untuk berpaling dari lingkungan pergaulannya. Seorang cabe-cabean akan berubah seiring bertambahnya usia, bertambahnya pengalaman hidup, dan matangnya kemampuan berpikir. Ia akan semakin cepat berubah jika ada lingkungan positif yang menariknya. Artinya, mereka perlu didekati secara personal dan perlahan-lahan. Mereka membutuhkan orang yang dapat mendengar pikiran dan perasaan mereka. Jika mereka sudah merasa nyaman dengan kita/pendengar, kita dapat membuka pikiran dan hati mereka untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Demikian sekilas informasi tentang cabe-cabean dari sudut pandang psikologi.
Chin up! :)

Sumber:

  1. http://news.detik.com/read/2013/12/16/082354/2442718/10/menantang-masyarakat-mencegah-fenomena-cabe-cabean?n992204fksberitadsfdsf
  2. http://www.solopos.com/2014/01/12/fenomena-cabe-cabean-ini-cara-mengatasi-gadis-cabe-cabean-481488