Tags

, , , , , , , , ,


 

PT. Bakrie & Brothers Tbk merupakan kelompok usaha yang dibangun pada 10 Februari 1942 oleh Achmad Bakrie, seorang pemuda kelahiran Kalianda pada 1 Juni 1916. Sebelum membentuk kelompok usaha, ia bekerja di beberapa perusahaan dan belajar tentang bisnis. Kemudian, mencoba menggunakan pengalaman dan ilmu yang ia pelajari secara otodidak untuk menjalankan usahanya. Meskipun hanya lulusan HIS (setingkat Sekolah Dasar), bermodal keuletan, niat, dan kemampuan belajar otodidak, pemuda yang gemar membaca ini berhasil membawa CV Bakrie & Brothers melesat maju. Konsep brothers (dalam bahasa Indonesia yang berarti saudara) memang digunakan secara sadar karena usaha yang dibangung terdiri dari anak, ayah, paman, dan ipar. Tentunya tidak bermaksud ingin membangun usaha secara ekslusif, beranggotakan keluarga saja.

Setelah Ahmad Bakrie meninggal pada tahun 1988, Grup Bakrie dijalankan oleh tiga orang putranya, salah satunya Aburizal Bakrie. Tentu saja nama ini tidak asing lagi bagi kita. Aburizal Bakrie kita kenal sebagai seorang menteri dan politisi. Di tangan ketiga putranya ini lah, Grup Bakri berkembang pesat hingga ke manca negara. Prinsip-prinsip bisnis Ahmad Bakrie tetap dipertahankan hingga saat ini. Grup Bakrie kini memimpin bisnis di bidang agrikultur, real estate, perdagangan, perbankan, asuransi, media, konstruksi, dan pertambangan. Nama besar Grup Bakrie semakin dikenal. Grup Bakrie telah melebarkan sayapnya hingga memiliki 60 perusahaan di dalam dan luar negeri. Keberhasilan Grup Bakrie yang dirintis oleh anak bangsa ini sungguh menjadi prestasi yang membanggakan. Semangat, keuletan, kerja keras, keajegan kerja, dan tidak pantang putus asa merupakan hal-hal yang perlu dicontoh.

CEO Grup Bakrie 

Menjadi CEO (Chief Executive Officer) Grup Bakrie yang telah mencapai usia 70 tahun tentunya sangat membanggakan. Namun, semakin tinggi posisi seseorang dalam perusahaan, semakin tinggi pula tanggung jawab yang diembannya. Tugas ini tidak lah mudah. CEO merupakan jabatan tertinggi dalam perusahaan, maka seorang CEO memiliki tingkat tanggung jawab yang tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya. Ia bisa bertanggung jawab atas tugas-tugas operasionalisasi sehari-hari hingga tindakan yang diperlukan dalam langkah bisnis.

Peran CEO sangat penting

CEO merupakan pemimpin yang bertanggung jawab atas kegagalan atau kesuksesan perusahaannya. Ia harus menguasai bidang pemasaran, strategi, pendanaan, penciptaan budaya perusahaan, sumber daya manusia, perekrutan tenaga kerja, pemutusan hubungan kerja, penjualan, dan menjalin hubungan dengan masyarakat.

Memilih dan menentukan seseorang untuk menjadi CEO tidak lah mudah, harus melihat berbagai sisi, yaitu dari sisi akademik, kepribadian, dan kemampuan mental calon CEO.

Lalu, bagaimana jika tugas dan tanggung jawab CEO itu didelegasikan kepada saya?

Sebagai CEO muda yang akan menggerakkan perusahaan ‘dewasa’, saya harus belajar dengan cepat; mempelajari sejarah perusahaan, memahami visi dan misi perusahaan, dan prinsip bisnis yang digunakan. Tentunya orang yang tepat untuk mempelajari ini ialah pemilik perusahaan. Dengan pengetahuan ini, saya selaku CEO dapat menyatukan diri saya dengan perusahaan secara psikologis. Kemudian, saya harus meningkatkan wawasan saya tentang bisnis dan melatih kemampuan (skill) manajerial; bagaimana menjadi pemimpin yang baik, membuat keputusan yang bijaksana, peka dengan kebutuhan perusahaan/karyawan.

Sebagai CEO saya juga harus mampu menganalisa situasi dan memetakan posisi perusahaan. Analisa SWOT merupakan salah satu cara sederhana untuk mengetahui kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity), dan ancaman (Threat) pada suatu organisasi atau perusahaan.  Berikut ini adalah hasil analisa SWOT pada Group Bakrie.

a.       Strengths

Strengths atau kekuatan yang dimiliki Grup Bakrie sebagai kelompok usaha besar yang mencapai usia 70 tahun antara lain:

  • Memiliki jaringan bisnis yang solid. Grup Bakrie menjalankan 60 perusahaan dan bermitra dengan perusahaan lain. Grup Bakrie bisa berkembang karena memiliki jaringan yang baik dan solid. Semuanya saling mendukung. Grup Bakrie memperlakukan perusahaan yang lebih kecil sebagai mitra, bukan sebagai ‘anak buah’ karena mereka menyadari bahwa perusahaan besar pun membutuhkan dukungan dan kontribusi perusahaan lain.
  • Adanya kaderisasi. Kaderisasi Grup Bakrie tidak lagi bersifat keluarga dan tradisional, namun lebih berdasarkan profesionalisme.
  • Adanya sikap terbuka. Keterbukaan bukan berarti mempublikasikan semua hal. Tentunya pada batas tertentu. Grup Bakrie bersikap terbuka dalam menyampaikan keberhasilan dan kegagalan perusahaannya sehingga dapat dipercaya oleh investor.
  • Memiliki visi dan misi perusahaan yang jelas, menjalankan prinsip bisnis secara berkelanjutan dan konsisten.
  • Memiliki kepedulian sosial.

    Penyampaian beasiswa S2 dari Bakrie Center Foundation untuk mahasiswa UniversitasHasanuddin, Makasar

    Kepedulian ini tampak pada munculnya lembaga dan yayasan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diantaranya ialah Nusantara Incubation Fund dan Bakrie Centre Foundation. Nusantara Incubation Fund memberikan bantuan kepada usaha-usaha kecil agar dapat berkembang dan maju. Sedangkan, Bakrie Foundation bekerja sama dengan 13 universitas dan memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi yang tidak mampu dari sisi finansial.

  • Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Berbasis Kompetensi dijalankan secara konsisten. Sistem ini tampak pada Lapindo Brantas, Inc. Sistem tersebut merupakan upaya pemenuhan perbaikan kuantitas dan kualitas SDM, diterapkan sejalan dengan inisiatif perusahaan untuk memperbarui strategi-strategi SDM dan strategi pengembangan bisnis secara keseluruhan melalui meningkatkan kemampuan karyawan.
  • Memberlakukan sistem penggajian merit increase. Tujuannya ialah  untuk memantapkan dan menunjang semangat, etos, motivasi dan produktivitas kerja karyawan. Sistem penggajian ini tampak pada Lapindo Brantas, Inc. Perusahaan peduli pada masalah kesejahteraan karyawannya. Kenaikan upah ini berlaku setiap tahun  berdasarkan hasil kinerja (performance rating) yang dihasilkan dari Online Performance Management System (PMS).
  • Memiliki pekerja-pekerja dengan kohesivitas yang tinggi. Hal ini tampak pada perusahaan Lapindo Brantas, Inc (LBI) dimana pekerja atau kelompok dengan kohesivitas yang tinggi mampu menciptakan groupthink. Groupthink ialah istilah untuk keadaan ketika sebuah kelompok membuat keputusan yang tidak masuk akal untuk menolak anggapan/opini publik yang sudah nyata buktinya, dan memiliki nilai moral. Dalam kasus lumpur lapindo, individu-individu di dalam LBI mampu membentuk groupthink untuk menentang opini publik dengan menyatakan bahwa lumpur lapindo merupakan bencana alam, bukan kesalahan pihak LBI. Terlepas dari benar tidaknya pernyataan ini, LBI telah menunjukkan bahwa di dalam perusahaannya ada kohesivitas, kesinergisan, kebersamaan dan kekuatan di dalam perusahaannya. Tentunya hal ini bersifat positif bagi perusahaan.
  • Sense of belonging yang tinggi. Grup Bakrie dipimpin oleh anggota keluarga Bakrie (meskipun beberapa jabatan diserahkan kepada orang yang profesional dan ahli di bidangnya) sehingga ada rasa memiliki dan cinta dengan perusahaan. Figur Ahmad Bakrie dan apa yang telah ia kerjakan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Dan tentu saja figur yang lekat pada anak, cucu, dan sanak saudaranya ini akan menjadi inspirator dan motivator dalam menjalankan perusahaan. Oleh karena itu, orang-orang di luar keluarga Bakrie yang bekerja di Grup Bakrie pun sebaiknya memiliki rasa memiliki yang tinggi juga.

b.      Weaknesses

Weaknesses atau kekurangan-kekurangan pada Grup Bakrie antara lain:

  • Lamban dan tidak tegas.

    lumpur lapindo

    Sikap ini tampak pada penanganan kasus lumpur lapindo. Terlepas dari persoalan benar atau salah, tentunya perusahaan perlu bertindak cepat dan tegas menangani masalah ini. Jika perlu, perusahaan bekerja sama dengan pemerintah membentuk tim independen yang transparan dalam menyelidiki kasus lumpur lapindo. Kemudian hasil penelitian tersebut dipublikasikan agar masyarakat segera mengetahui fakta-faktanya. Memang butuh keberanian dan kebijaksanaan menanggapi kasus ini. Berani dan bijaksana untuk mengatakan “Ya, perusahaan yang bertanggung jawab” atau “Grup Bakrie tidak melakukan kesalahan”. Kemudian, sebaiknya berkoordinasi dengan pemerintah untuk mencari solusi terbaik.

  • Penggunaan nama keluarga ‘Bakrie’. Hal ini membuat citra perusahaan identik dengan unsur nepotisme yang kental; hanya mengutamakan keluarga dan orang dekat saja.

c.       Opportunities

Opportunities atau peluang-peluang Grup Bakrie ialah:

  • Adanya calon tenaga kerja professional. Grup Bakrie telah bekerja sama dengan 13 universitas dalam pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi tanpa mewajibkan mereka “membalas budi” dengan bekerja di Bakrie Group. Meskipun demikian, para mahasiswa ini merupakan asset perusahaan, terutama jika mereka tertarik untuk bekerja pada Grup Bakrie. “Balas budi” itu tidak hanya berupa keinginan para mahasiswa bekerja di Grup Bakrie, namun bisa berupa sikap positif terhadap Grup Bakrie. Sikap positif dari seseorang, khususnya orang terpelajar, pandai, dan menjadi panutan masyarakat tentunya dapat menciptakan citra dan impresi positif bagi perusahaan.

d.      Threats

Threats atau ancaman-ancaman yang akan hadapi Grup Bakrie antara lain:

  • Kondisi ekonomi yang tidak stabil dan dan adanya permainan politik yang tidak sehat. Maka, perusahaan harus menyiapkan diri menghadapi situasi yang tidak diharapkan seperti adanya demokratisasi, deregulasi perekonomian dan desentralisasi.
  • Adanya groupthink. Sebelumnya telah disinggung tentang munculnya groupthink, yang disebabkan kohesivitas, menimbulkan efek positif bagi perusahaan. Jika pimpinan perusahaan tidak mampu mengelola perusahaannya atau keliru membuat keputusan, groupthink ini dapat menjadi ancaman bagi perusahaan. Dengan adanya rasa kebersamaan dan kesatuan pemikiran pekerja, karyawan dapat menentang pimpinannya, misalnya dalam bentuk demonstrasi atau mogok kerja.

Melalui analisa SWOT, kita mengetahui apa saja kekuatan, kelemahan, peluang, dan acaman yang dihadapi Grup Bakrie. Dengan mengetahui kelemahan-kelemahan dan ancaman yang akan dihadapi, kita dapat mencari solusi atau saran untuk memperbaiki situasi. Beberapa masukan atau saran bagi Grup Bakrie, yaitu:

  • Menggunakan  devil’s advocate dalam perusahaan. Devil’s advocate ialah orang-orang yang mendedikasikan dirinya pada perusahaan dengan cara menjadi kritikus yang mampu melihat sisi-sisi negatif suatu keputusan atau kebijakan. Bagi perusahaan yang tidak biasa menghadirkan devil’s advocate dalam lingkungan kerja tentunya akan merasakan situasi yang kurang nyaman. Devil’s advocate tampak sebagai penghambat karena ia akan menghadirkan argumen-argumen dari sisi yang lain (negatif). Namun, jika keberadaannya dimunculkan secara sadar dan disengaja, maka kesalah pahaman tidak akan terjadi karena masing-masing memahami deskripsi tugasnya.
  • Seorang pemimpin, terutama CEO harus mampu bertanggung jawab. Jika belum berhasil mencapai target, berusahalah tidak mencari alasan. Namun, mencari jalan untuk bangkit dan memaknai ketidakberhasilan itu sebagai pelajaran.
  • The right man on the right place. Memilih orang-orang handal untuk ditempatkan pada posisi yang tepat dengan memperhatikan kemampuan intelektual, kepribadian, dan kualitas mental yang baik.
  • Membangun budaya kerja yang positif dan kekeluargaan karena hal ini penting untuk membangkitkan passion.
  • Terbuka dengan karyawan ketika menghadapi hal-hal sulit. Dengan keterbukaan akan ada rasa saling pengertian, sehingga karyawan dapat terus fokus pada pekerjaan mereka.
  • Cepat dan tegas dalam bersikap. Belajar dari kasus lumpur lapindo yang akhirnya mengakibatkan kerugian cukup besar. Jika tidak ada ketegasan, kasus ini tidak akan selesai dan kerugian akan dirasakan oleh banyak pihak.
  • Menjaga kesatuan, tetapi mau memberikan ruang kepada orang lain untuk berkreasi agar mempunyai jati diri sehingga kepemimpinan dan kebersamaan yang dicapai berdasarkan kontribusi, bukan senioritas.
  • Tetap berpikiran dan berpandangan positif, misalnya memandang pesaing sebagai pemicu untuk lebih maju, bukan lawan.
  • Peka dengan lingkungan, kemajuan, perubahan


Referensi

Aburizal Bakrie. (2012). In Wikipedia The Free Encyclopedia. Retrieved from http://en.wikipedia.org/wiki/Aburizal_Bakrie

Board and CEO Roles Different Jobs Different Task. (2000). In Community College League of California. Retrieved from http://www.ccleague.org/files/public/DiffRoles-Jobs00.pdf

CEO-Tugas CEO-Apa CEO. (n.d). Diperoleh kembali dari http://www.forumkami.net/forum-bisnis/171354-ceo-tugas-ceo-apa-ceo.html

Groupthink. (2012). In Wikipedia The Free Encyclopedia. Retrieved from http://en.wikipedia.org/wiki/Groupthink

Lafley, A.G. (n.d). What Only the CEO Can Do. Harvard Business Review. Retrieved from http://hbr.org/hbr-main/resources/pdfs/comm/fmglobal/what-only-ceo-can-do.pdf

Newsletter Untuk Negeri. (2012). Bakrie SR Sharing Session Keempat, Jangan Takut Sampaikan LUSI adalah Bencana Alam. Badan Pengelola Gerakan Bakrie Untuk Negeri. Diperoleh kembali dari http://www.bakrie-brothers.com/commitment/detail/2146/bakrie-sr-sharing-session-keempat-jangan-takut-sampaikan-lusi-adalah-bencana-alam

Pohan, S., dkk. (2011). Achmad Bakrie: Sebuah Potret Kerja Keras, Kejujuran, dan Keberhasilan. Jakarta: PT Bakrie & Brothers Tbk

Saputra, F. H. (n.d). Studi Groupthink Lapindo Brantas Inc. Master of Management Universitas Gadjah Mada.Diperoleh kembali dari http://www.scribd.com/doc/87347491/myobe

Sigler, K.J. (2011). CEO Compensation and Company Performance. Business and Economics Journal, 1-8. Retrieved from http://astonjournals.com/manuscripts/Vol2011/BEJ-31_Vol2011.pdf

Teresia, A.W., Yuwono, A.N., Subiantoro,R., Pitoyo, A., & Nadie, L. (2011). Anindya Bakrie: Berbisnis dengan Inovasi dan Doa. Diperoleh kembali dari http://www.bisnis.com/articles/anindya-bakrie-berbisnis-dengan-inovasi-dan-doa

 http://www.bakrie-brothers.com/

 http://www.bakrietelecom.com/

 http://bakrieconnectivity.com/

 http://www.bakriesumatera.com/

 http://www.bakrieland.com/

 http://www.bumiresources.com/

About these ads