Memeriksa Gangguan Mental Dalam 2 Menit, Mungkinkah?

Tags

, , , , , , , , ,


Banyak orang bertanya-tanya, bagaimana seorang psikiater atau psikolog klinis dapat mendiagnosa seseorang dalam hitungan 2 menit. Apakah bisa? Apakah benar? Apakah sesuai prosedur? Apakah tepat? Lalu, bagaimana caranya? Jawaban dari semua pertanyaan itu adalah “Ya, bisa, benar, tepat, dan harus sesuai prosedur”. Perlu Anda ketahui bahwa pemeriksaan itu butuh jam terbang, latihan, dan kepekaan.

Sesungguhnya, seorang psikiater dan psikolog klinis, mulai “memeriksa” pasien/kliennya sejak pertama kali si klien memasuki ruangan.  Mereka akan menggunakan segenap panca indera yang mereka miliki untuk memeriksa pasien/klien. Mereka akan memperhatikan raut wajah klien, ekspresi, gerak tubuh, langkah, tatapan mata, kebersihan badan, kerapian berbusana, cara bicara, dan juga cara merespon jawaban. Keadaan mental seseorang dapat dilihat dari semua itu. Mereka juga menggunakan indera penciuman untuk mencium bagaimana aroma si pasien/klien, berbau wangi atau tak sedap, masing-masing akan mengarahkan ke diagnosa yang berbeda. Kegiatan yang dilakukan oleh  psikiater dan psikolog klinis itu disebut dengan observasi atau pengamatan.

Kemudian,  psikiater dan psikolog klinis akan melakukan anamnesa, yaitu bertanya ke pasien/klien atau keluarganya. Setelah melakukan observasi atau pengamatan, psikiater dan psikolog klinis akan membangun diagnosa awal di dalam kepalanya. Kemudian, mereka akan mengecek kebenaran analisa sementara itu. Mereka akan bertanya sejalan dengan analisa yang tersimpan di dalam kepala mereka.  Misalnya,  psikiater dan psikolog klinis menangkap bahwa seseorang itu seperti mengalami depresi, maka ia akan bertanya tentang keluhan apa yang dirasakan pasien, bagaimana perasaannya, bagaimana kualitas dan kuantitas tidurnya, bagaimana kualitas pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, dsb. Pertanyaan2 itu akan mengarah ke diagnosa tertentu. Apabila  psikiater dan psikolog klinis menangkap bahwa seseorang mengalami gangguan kejiwaan psikotik, maka ia pun akan menanyakan hal2 yang berkaitan dengan gangguan tersebut.

Itulah cara memeriksa gangguan mental tahap awal. Nah, setelah itu…tentu saja akan ada pemeriksaan lanjutan dan mendalam. Tujuannya tentu saja untuk penegakkan diagnosa yang mantab dan menentukan terapi mental yang tepat.

Nah, itulah perihal pemeriksaan gangguan mental 2 menit ( yang sesungguhnya lebih dari 2 menit ). Semoga Anda tidak ragu-ragu lagi dengan hasil pemeriksaan  psikiater dan psikolog klinis di RS.

Keep your chin up! :)

Bingung Memilih Gadged?

Tags

, , , , , , , , , , ,


Semakin hari semakin banyak jenis, model, dan merek gadged. Gadged yang saya maksud disini ialah handphone dan tablet. Saya yakin, banyak di antara kamu yang galau karena tidak mampu membuat keputusan yang cepat dalam memilih gadged. Ya, di satu sisi saya sangat setuju bahwa kita tidak boleh buru-buru membeli gadged. KECUALI, kalau finansial kamu golongan menengah ke atas, yang rugi beberapa ratus hingga jutaan rupiah pun tidak mengalami masalah.

Nah, disini saya akan mengulas cara memilih gadged dari sisi psikologi atau mental. Tanpa disadari, faktor psikologis seseorang sangat berperan dalam perilaku membeli sesuatu, khususnya gadged.

Nah, bagaimana sih sebenarnya memilih gadged yang tepat?
* Ukur kemampuan finansial 
Finansial jelas menjadi pertimbangan utama, terutama bila kamu ingin membeli gadged secara tunai (langsung). Jika harga gadged tersebut lebih tinggi dari jumlah nominal uang yang kamu miliki, maka kamu pun perlu mengulur waktu. Kamu perlu menabung lagi.

* Kenali tujuan membeli
Ada berbagai macam alasan dan tujuan membeli gadged, misalnya:
- Merasa kurang gaul dan ketinggalan jaman jika tidak memiliki gadged tertentu.
- Pengin membuktikan bahwa dirinya juga mampu membeli gadged dengan merek dan harga tertentu. Dengan kata lain dia tidak mau kalah dengan orang lain.
- Untuk keperluan tugas sekolah/ pendidikan. Biasanya guru meminta muridnya untuk mencari materi atau hal-hal tertentu di internet.
- Untuk kebutuhan komunikasi, khususnya teman-teman dan saudara yang tinggal jauh dari kita.

Nah, kenali lebih dekat dirimu. Pertimbangkan lagi, apakah kamu ingin membeli gadged karena memang membutuhkannya atau sekedar memuaskan diri; gengsi, harga diri, ingin penampilan yang hebat, atau menunjukkan status saja.

* Kenali kebutuhan
Kebutuhan masing-masing orang tentu berbeda-beda. Ada yang butuh gadged untuk keperluan bisnis atau pekerjaan, ada yang butuh gadged supaya bisa kontak dengan keluarga karena beda negara, ada yang butuh gadged supaya tidak putus komunikasi dengan teman-teman lama, ada yang butuh gadged supaya bisa ngegosip sama teman-teman gengnya atau teman arisan, ada yang butuh gadged supaya mudah baca-baca berita terbaru secara online, keperluan foto-foto untuk dokumenasi perjalanan atau kehidupan sehari-hari, dan ada juga yang butuh gadged sebagai hiburan karena ada permainan, buku digital, atau pun mencari artikel di dunia maya. Kebutuhan-kebutuhan yang saya tulis di atas hanya sebagian kebutuhan orang. Tentu saja, masih banyak kebutuhan orang terkait dengan gadged.

Nah, setelah kamu mengenali kebutuhanmu, tanyakan lagi apakah kamu masih perlu membeli sesuatu yang harganya mahal dan spesifikasi yang luar biasa, tetapi hanya digunakan untuk menelpon, kirim teks atau SMS. Mubatzir atau tidak, sih? Tapi, kalau kamu sangat membutuhkan itu demi harga diri atau gengsi, silakan. Sekali lagi, pilihan itu ada di tanganmu. Namun, jika kita hidup demi gengsi dan harga diri terkait dengan gadged, kita akan sulit menikmati hidup. Kita cenderung semakin menjadi orang yang gelisah dan cemas karena selalu memikirkan kenikmatan duniawi.

Belajarlah bijaksana dalam membeli sesuatu, maka kamu akan menikmati dunia.

* Lihat spesifikasi gadged
Lihat spesifikasinya, artinya sesuaikan dengan kebutuhanmu. Contohnya, kamu butuh berkomunikasi dengan orang tua karena tinggal berjauhan dengan mereka, mungkin kamu butuh gadged yang memiliki kamera depan. Dengan adanya kamera depan, kalian bisa melakukan voice call. Jarak yang jauh pun menjadi terasa semakin dekat.
Contoh selanjutnya, apabila kamu butuh alat dokumentasi karena pekerjaanmu menulis berita. Mungkin saja ada baiknya kamu butuh kamera dengan resolusi tinggi. Kamu pun bisa meliput gambar dan mengirim berita dengan cepat. Selain itu, mungkin kamu butuh gadged yang bisa digunakan untuk menulis berita dan mengirimnya via email. Tentu saja kamu butuh gadged yang biasa disebut smartphone.
Contoh selanjutnya, kalau kamu butuh gadged yang bisa digunakan untuk chat, ya, ponsel pintar dibawah 1 juta Rupiah pun sudah banyak yang memfasilitasi kebutuhan komunikasi itu.

Apakah kamu masih bingung memilih gadged? Jika bingung, berilah waktu bagi dirimu untuk berpikir dan menyeleksi gadged mana yang akan dibeli. Jika sudah dipertimbangkan, dibandingkan, dipikirkan, dan mantab, kamu bisa membeli gadged itu dengan perasaan yang lebih puas dan lega. Selamat membeli gadged.

Chin up! :)

“Break” Mesti Berapa Bulan?

Tags

, , ,


Break mesti berapa bulan?

Heh, kamu tanya saya? Kalau menurut saya, kamu dan pasangan lah yang menentukan lamanya break (jeda istirahat dalam pacaran) itu. Kalian yang paling tahu sedalam dan serumit apa permasalahan di antara kalian. Kalian berdua lah yang paling tahu alasan utama untuk break.

Alasan break sangat beragam. Ada yang menjadikan break itu sebagai sarana untuk mengulur-ulur waktu putus karena kamu tidak tega mengatakan kata putus. Ada juga yang ngajak break karena dia plin plan dan tidak tegas dalam membuat keputusan; putus, tapi sayang banget udah pacaran begitu lama; kalau bertahan, kok, rasanya berat sekali. Ada juga yang break karena mencoba untuk mendekati seseorang; kalau tidak diterima, dia tetap pacaran dengan yang lama. Wah, alasan yang ini curang sekali, ya?! Yah, itulah macam-macam alasan kenapa orang break. So, oleh sebab itu durasi break pun akan berbeda.

Meskipun durasi break bisa panjang, bisa juga pendek. Alangkah baiknya kalau break itu tidak bertujuan mengulur-ulur waktu dan membuat waktu seseoran terbuang percuma. Break itu sebaiknya digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat bagi dirimu di masa depan, sungguh digunakan sebagai “jarak” yang memberi ruang gerak bagi dirimu merefleksikan relasi kalian berdua.

Kalau mau break, pikirkan lah terlebih dahulu. Dan, sebaiknya bukan karena disengaja, apalagi sampai merugikan salah satu pihak.

Chin up! :)

Baca juga artikel terkait:
Huh, Aku Merasa Jenuh Dengan Relasi Ini!
Kita Break Dulu, ya?!

Beda Fisik dan Psikologis

Tags

, , , , , ,


Tidak perlu malu untuk menanyakan perbedaan fisik dan psikologis. Justru dengan bertanya, kita akan memahaminya dengan tepat. Nah, untuk memahaminya secara jelas, mari kita telaah satu demi satu.

Psikologis adalah persamaan kata dari psikis, mental, atau jiwa. Kita bisa menggunakan salah satu kata itu kok. Ingat, baca dengan benar,  ya! Jangan lupa satu huruf pun! P-S-I-K-O-L-O-G-I-S. Coba ulangi sekali lagi, P-S-I-K-O-L-O-G-I-S. Mengapa tidak boleh salah ucap dan kurang satu huruf? Karena, kalau lupa satu huruf, artinya akan berbeda. Jika membacanya kurang “S”, menjadi PSIKOLOGI. PSIKOLOGI itu adalah ilmunya, yaitu ilmu yang mempelajari tentang jiwa atau perilaku manusia. Kalau lupa dua huruf, kata itu berubah menjadi PSIKOLOG. Nah, PSIKOLOG itu adalah orangnya alias nama profesi si pelakunya yang menjadi ahli kejiwaan.

Berikut ini adalah penjelasan PSIKOLOGIS atau psikis:
Manusia itu terdiri dari dua bagian, bukan? Yaitu: (1) FISIK dan (2) PSIKIS atau PSIKOLOGIS.
Fisik merupakan kata lain dari raga, tubuh, atau badan. Jadi, segala hal yang bisa kamu tangkap dengan panca indera kita. Termasuk organ dalam tubuh, ya. Sedangkan, psikis atau psikologis itu merupakan hal-hal yang tidak dapat dilihat secara langsung oleh panca indera. Psikis merupakan kata lain dari jiwa, mental, atau psikologis. Contoh psikis ialah perilaku, isi pikiran, alam perasaan, kebiasaan, dan pengetahuan.

Sakit fisik contohnya:
- Sakit kepala
- Sakit perut
- Sakit di bagian dada
- Sakit karena kulit terluka
- Sakit karena keseleo
- Sakit gigi
- Sakit patah tulang
- Sakit karena stroke
- Dan masih banyak sakit pada bagian tubuh lainya.

Kemudian, contoh masalah psikis atau psikologis tadi:
- Sulit tidur
- Selalu cemas dan was was
- Ada perasaan bersalah
- Berpikir ada yang membahayakan jiwanya
- Merasa sedang diintai atau diintip
- Tidak dapat merespon orang lain ketika ditanya
- Dan masih banyak masalah psikis/psikologis lainnya

Apakah fisik dan psikis itu berkaitan?
Ya, dua hal itu akan saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Contoh fisik yang mempengaruhi psikis/psikologis, yaitu; saat kita sakit perut, pasti pikiran kita tidak tenang dan tidak mampu konsentasi belajar, bukan? Lalu, contoh kondisi psikis/psikologis yang mempengaruhi fisik, yaitu; kalau kita ketakutan akan membuat kesalahan melakukan presentasi di depan kelas, kita akan deg-degan, tangan keringat dingin, dan sering kebelet buang air kecil.

Nah, sekarang kamu sudah tahu perbedaan fisik dan psikologis, bukan?

Semoga bermanfaat dan chin up! :)

Kamu Bingung Cara Mutusin Pacar?

Tags

, , ,


Teman yang satu bingung karena baru saja diputusin pacarnya, sedangkan teman yang lain lagi bingung karena nggak tahu bagaimana cara  mutusin pacarnya. Akhirnya, kamu pun bingung gimana merespon dua peristiwa itu. Ada-ada saja, ya.

Ya, inilah yang terjadi. Bingung mutusin pacar? Pada umumnya dialami oleh orang yang bertipe penyayang, sikapnya halus, tidak tega menyakiti perasaan orang lain. Orang-orang seperti ini cenderung mengorbankan dirinya demi orang lain. Dia rela bertahan sakit dan tertekan daripada meliaht orang lain menangis dan memohon-mohon padanya.

Satu sisi, kita harus menyadari bahwa pacaran itu ialah relasi untuk mengenal seseorang secara lebih mendalam. Apabila tidak menemukan rasa nyaman, merasa tidak cocok, susah membangun komunikasi, sering berantem karena perbedaan pendapat, jalan terbaik adalah memutuskan hubungan itu. Pemutusan hubungan itu perlu dilakukan demi kesehatan mental masing-masing.

Beberapa hal yang dapat kamu lakukan sebelum membuat keputusan “putus”, yaitu:
* Putus bukan solusi untk lepas dari relasi yang buruk. Jadi, duduklah bareng dan ajak pasanganmu bicara empat mata untuk merefleksikan sikap kalian berdua. Ungkapkan perasaan masing-masing secara terbuka. Katakan apa yang kalian tidak sukai terhadap pasangan, lalu sama-sama menemukan  cara bersikap yang lebih baik.

* Buat komitmen bersama. Setelah berbicara empat mata, lalu apa yang akan kalian lakukan selajuntnya. Jika kalian masih ada keinginan memperbaiki situasi, lanjutkanlah.

* Masa pacaran itu merupakan masa belajar menjalin relasi dengan lawan jenis. Maksudnya, pada masa ini pasangan diharapkan dapat berkembang bersama-sama menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa. Pacaran tidak sekedar hura-hura, senang-senang, atau jalan-jalan kesana kemari berdua-dua.

* Berkonsultasi dan berkomunikasi. Tanya dan mintalah pendapat ke orang yang lebih dewasa, berpengalaman, dan bijaksana. Jika kalian  ragu apakah sikap kalian benar atau salah, mintalah pendapat orang lain agar lebih objektif. Mungkin menurutmu sikapmu itu lah yang paling tepat, tetapi sesungguhnya keliru. Atau, kamu berpendapat bahwa sikapmu itu keliru, padahal sesungguhnya itu lah sikap yang paling tepat.

Putus paling tepat ialah demi kesehatan mental dua pihak.

Keputusan untuk putus itu pada umumnya terjadi apabila suasana dalam relasi itu sangat tidak nyaman. Efek  rasa tidak nyaman itu mengganggu konsentrasi dalam bekerja atau belajar, bahkan mengganggu relasi dengan orang lain secara luas.

Nah, ada beberapa orang merasa ragu untuk mengucapkan kata putus. Mereka khawatir jika pasangannya nanti stres, sedih berkepanjangan, dan merasa tersakiti. Pacaran atau putus memiliki konsekuensi masing-masing. Putus akan memiliki akibat yang bermacan-macam. Namun, kita pun tidak bisa memaksakan situasi menjadi sempurna sesuai harapan kita. Untuk mengarah ke putus ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara tiba-tiba atau perlahan-lahan.
* Secara tiba-tiba, biasanya mencari saat yang tepat untuk mengatakan kata putus. Namun, kamu harus sabar menunggu peristiwa “tepat” itu. Misalnya; saat pacar kamu melakukan kekerasan fisik padamu, saat pacarmu mengajak/mengeluarkan kata-kata putus, atau saat pacar kamu marah-marah.

* Secara perlahan-lahan, tapi kamu harus konsisten. Misalnya, mulai mengurangi jadwal ketemuan, mulai tidak SMS atau nelpon, mulai tidak mesra-mesra, mulai menunjukkan sikap tidak perhatian, mulai cuek, mulai tidak perduli. Konsisten disini artinya siklus kamu jangan turun naik. Jangan lakukan yang seperti ini:
mesra –> tidak mesra –> mesra –> tidak mesra –> mesra – putus.

Untuk melakukan yang seperti ini, alangkah baiknya dilakukan dalam waktu yang cukup panjang. Lamanya relatif. Intinya jangan tiba-tiba putus tanpa dia tahu penyebabnya. Dengan proses yang lebih “panjang” ini, pasangan kamu akan lebih siap menghadapi perpisahan kalian.

Nah, itu yang perlu kamu ketahui untuk memutuskan hubungan dengan pacar kamu. Tidak perlu bingung. Jika kamu ingin menjadi pribadi yang lebih sehat dan mampu berkembang lebih baik, kamu tidak perlu ragu dalam melangkah.

Chin up! :)

Cabe-Cabean, Orang Bilang…

Tags

, , , , ,


cabe-cabean, orang bilang cewek gampangan
cabe-cabean, cewek-cewek murahan
cabe-cabean, orang bilang cewek kampungan
cabe-cabean, cewek buat mainan

Kalimat-kalimat di atas merupakan lirik lagu yang berjudul Cabe-cabean. Lagu yang rilis pada bulan Desember 2013 tersebut adalah lagu dangdut yang dinyanyikan oleh Imey Mey.

Kata-kata dalam lagu tersebut menunjukkan bahwa betapa negatifnya pendapat orang tentang cabe-cabean. Cabe-cabean itu pun ditujukan kepadajenis kelamin perempuan. Namun, ini adalah fenomena yang sungguh-sungguh terjadi di dalam masyarakat kita. Entah dari mana istilah cabe-cabean ini muncul. Hingga sampai saat ini pun saya masih bertanya-tanya. Ada berbagai versi singkatan, salah satunya “CAntik BEgo”. Terdengar lucu, ya? 

Cabe-cabean ini sebutan bagi remaja perempuan dan berkonotasi negatif. Konotasi negatif artinya cenderung mengarah ke hal yang jelek, buruk, negatif, dan tidak sesuai norma dan susila. Nah, ada sebutan baru seperti “terong-terongan”, yaitu sebutan untuk remaja laki-laki yang aktivitasnya seperti cabe-cabean itu. 

Pelaku cabe-cabean ini umumnya adalah remaja. Mengapa remaja? Karena pada usia remaja ini mereka mengembangkan kemampuan sosialisasi, kemampuan berinteraksi/berelasi dengan lawan jenis, menarik lawan jenis, dan mengekpresikan diri mereka. Jadi, pelaku remaja lebih dimaklumi dibandingkan pelaku dewasa. Cabe-cabean itu sesungguhnya ialah remaja-remaja kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari lingkungannya, terutama orang tua dan keluarga. Remaja cabe-cabean ini berusaha mencari teman bicara, mencari perhatian dari teman sebayanya.  Nah, ketika dia menemukan orang-orang yang mau menerimanya, disitulah ia menetap dan berkembang. Jika ternyata ia diterima di lingkungan kelompok motor dan cabe-cabean, disitu lah dia mengekspresikan dirinya.

Beberapa pendapat mengenai penyebab munculnya fenomena cabe-cabean dan terong-terongan ini antara lain:
* Budaya masyarakat yang mulai permisif. Maksudnya lingkungan keluarga dan masyarakat mulai kurang peduli dengan lingkungannya. Orang-orang mulai cuek dan merasa tidak perlu mengurus urusan orang lain.
* Pengaruh media sosial dan gadjet menjadikan pola pikir anak remaja tanggung kerap dihinggapi keingintahuan yang berlebihan. Rasa ingin tahu ini dapat tersalurkan melalui lingkungan sosialnya, yaitu lingkungan anak muda yang suka kebut-kebutan liar dan nongkrong-nongkrong pada malam hari.

Seseorang yang menjadi cabe-cabean dapat berubah menjadi lebih baik. Namun, waktunya tidak dapat ditentukan. Ada yang bisa langsung berubah tidak lama kemudian, namun ada pula yang sulit sekali untuk berpaling dari lingkungan pergaulannya. Seorang cabe-cabean akan berubah seiring bertambahnya usia, bertambahnya pengalaman hidup, dan matangnya kemampuan berpikir. Ia akan semakin cepat berubah jika ada lingkungan positif yang menariknya. Artinya, mereka perlu didekati secara personal dan perlahan-lahan. Mereka membutuhkan orang yang dapat mendengar pikiran dan perasaan mereka. Jika mereka sudah merasa nyaman dengan kita/pendengar, kita dapat membuka pikiran dan hati mereka untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Demikian sekilas informasi tentang cabe-cabean dari sudut pandang psikologi.
Chin up! :)

Sumber:

  1. http://news.detik.com/read/2013/12/16/082354/2442718/10/menantang-masyarakat-mencegah-fenomena-cabe-cabean?n992204fksberitadsfdsf
  2. http://www.solopos.com/2014/01/12/fenomena-cabe-cabean-ini-cara-mengatasi-gadis-cabe-cabean-481488

Pacar Ngajak Putus, Oh, Duniaku Hancur!

Tags

, , , , , ,


Semua orang yang pernah diputusin, pasti tahu bagaimana rasanya. Ada yang merasa masa depannya hancur seketika itu juga. Ada yang bilang dunia langsung gelap gulita (mungkin waktu itu listrik di rumahnya langsung padam kali, ya). Ada yang langsung mati rasa, tidak bisa merasakan apa-apa; tidak tahu apakah sedang marah, sedih, gembira. Ada yang mengaku “biasa-biasa” saja (sebenarnya sih itu bahasa lain dari “bingung” tapi yang bersangkutan kekurangan kosakata).

Nah, sebenarnya wajar atau tidak, sih, kalau saya merasakan itu semua? Jawabannya adalah “sangat” wajar. Itu manusiawi, kok. Terutama bagi kamu yang menyukai, menyayangi, mencintai, dan menaruh harapan serta impian yang tinggi terhadap sang pujaan hati. Kamu mungkin sudah membayangkan hal-hal indah akan terjadi di masa depan bersamanya. Atau, mungkin sudah punya rencana-rencana khusus, seperti menikah, akan pindah kota, menikah dimana, bagaimana merancang pernikahan itu, dsb. Atau mungkin kamu sudah mengorbankan dirimu. Kamu rela pindah ke kota tertentu demi kekasih dan masa depan kalian. Kamu telah memilih resign dari pekerjaan yang kamu sukai. Dan, mungkin kamu yang perempuan, telah memberikan harga tersuci milikmu kepada sang kekasih tercinta.

Bangkitlah, karena daya tarikmu di saat berjuang melawan kesedihan itu justru akan terpancar & memikat banyak orang

Lalu, apa yang harus saya lakukan?
* Meskipun sedang gundah gulana, tetaplah ingat makan, minum, mandi, cuci muka, dan berganti pakaian. Dengan demikian, kamu akan tetap terlihat fresh. Jangan pernah berharap mendapatkan simpati lawan jenis dengan kondisi seperti itu, “Help me, I’m broken heart now. Please make me feel happy”. Meskipun kamu tidak mengatakan itu, semua itu terbaca dari penampilanmu. Dan jangan pernah berpikir menunjukkan ke mantan kamu bahwa kamu saat ini sedang sekarat. Oh, poor you!

* Lakukan aktivitas kamu secara normal, meski hati kamu sedang hancur berkeping-keping. Fokuslah dengan aktivitas kamu. Fokus artinya delete dulu wajah mantan kamu yang cute itu dari ingatanmu, kalo bisa format ulang memorimu, refresh refresh refresh berulang kali. Jadi, yang kamu pikirkan ialah pekerjaan dan aktivitas yang ada di hadapanmu saat itu.

* Hadapi orang-orang di sekelilingmu dengan senyuman termanismu. Awalnya, mungkin kamu akan bersusah payah membuat bibirmu melengkung indah di wajahmu. Terasa kaku dan berat. Cobalah terus. Nantinya, senyuman itu akan terbentuk natural secara alami.

* Luangkan waktumu untuk bergaul dan berkumpul bersama teman-teman. Dengan demikian, orang lain akan tahu bahwa saat ini kamu tidak terikat dengan siapa pun. Kamu punya waktu luang. Perlahan-lahan mereka akan tahu bahwa kamu berstatus “single“. So, congratulation…they finally know that you are being single. Bersiaplah menerima teman dan relasi dekat yang baru.

* Pepatah lama bilang, “Buka lembaran baru”. Kalau menurut saya, “Pakai baju baru, deh!” Soalnya, kalau pakai baju-baju pemberian mantan, pasti kamu akan terjerembab lagi ke perasaan sedih dan kesal terdalam. Mendingan baju-baju itu disimpan dulu sampai mental kamu benar-benar kuat. Saya tidak menyuruh kamu membuang atau membakar baju itu, loh. Sayang, dong. Apalagi kalau harganya mahal. We have to think logically. Nah, kalau barang-barang yang kurang penting boleh kamu buang, bakar, atau berikan ke orang lain.

* Maafkanlah dirimu, terutama jika kamu yang menyebabkan hubungan itu bubar. Maafkanlah dirimu jika kamu menyesal telah melakukan kesalahan di masa lalu bersama dia. Kemudian, terimalah itu sebagai bagian dari dirimu saat ini. Kamu dan masa lalumu adalah satu kesatuan yang tidak mungkin dipisahkan. Ingatlah, bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kita jalani sempurna di saat ini. Namun, ada banyak hal-hal yang bisa diperbaiki untuk membangun masa depanmu, yaitu cara berpikir, cara mengolah perasaan, dan cara bertindakmu.

Just do it! And, chin up! :)

Long Distance Relationship, Mungkinkah?

Tags

, , , ,


Long Distance Relationship (LDR) atau pacaran jarak jauh (PJJ) menjadi hal menakutkan bagi beberapa orang. Ada yang berpendapat LDR membuat relasi “jarak dekat” yang awalnya baik menjadi rusak dan berakhir dengan kata “putus”.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan LDR. LDR tidak membuat relasi jadi rusak dan putus. Justru ketakutan-ketakutan tentang LDR itu sendiri yang membuat relasi itu rusak. Ketika kamu ketakutan, kamu akan menuduh pasangan punya idaman lain, kamu merasa tidak diperhatikan, kamu akan marah-marah dan ngomel melulu, kamu menjadi pasangan yang tidak asyik karena cemburuan dan tidak enjoy menjalani hidup.

Mengapa ada yang bertahan LDR dan mengapa ada yang tidak? Bahkan ada yang tidak berani memulai untuk LDR. Mengapa ada yang lebih memilih “putus” daripada harus menjalani LDR? Apa, sih, susahnya LDR? Apa aja yang mesti kita lakukan dalam menjalami LDR? Bagaimana caranya supaya awet LDR?

LDR itu memang tidak mudah, tetapi juga bukan hal yang mustahil. LDR itu dapat ditetapkan oleh karakter/kepribadian tertentu saja. The key word is in your mind. Jika kamu berpikir bisa, kamu pun akan bisa menjalani LDR itu. Jika kamu enjoy menjalaninya, kamu pun menjalaninya dengan keceriaan sepanjang hari. Jika kamu menjalaninya sambil meningkatkan kualitas dirimu, maka kamu dan pasangan akan sama-sama berkembang. Jika kamu dan pasangan saling percaya, relasi kalian pun akan semakin kuat.

Sesungguhnya, kamu dan pasangan mendapat banyak keuntungan dengan menjalani LDR. Namun, kalian tidak menyadarinya. Kalian sama-sama berkembang secara optimal, menjadi pribadi yang mandiri, dan dapat bersosialisasi secara luas.

Long Distance Relationship is an amazing life experience that you need to learn.

Apakah kamu dan pasangan akan menjalani LDR? Diskusikan lah dulu baik-baik dengan pasangan. Sadari kelebihan-kekurangan LDR, kesulitan apa yang akan dihadapi dan bagaimana solusinya. Kemudian, buatlah komitmen untuk menjalani LDR yang seperti apa. Beranikan lah dirimu untuk mencoba salah satu kemungkinan yang ada dalam hidup. LRD mengajarkan banyak hal tentang hidup, kedewasaan, kebijaksanaan, dan kemandirian.

Cheer up! :)

Keharmonisan Pernikahan Beda Keyakinan

Tags

, , , ,


Pernikahan berbeda keyakinan tentu saja bisa harmonis. Keharmonisan itu dapat dicapai jika pasangan suami-istri itu memiliki sikap yang positif dalam memandang situasi. Situasi yang dimaksud antara lain:
* cara memandang keyakinannya,
* bagaimana ia memandang keyakinan pasangannya,
* bagaimana kelak mereka mendidik anak-anak tentang keyakinan yang dianut,
* bagaimana menyikapi lingkungan yang kontra terhadap pilihan hidup mereka,
* bagaimana mereka memandang dosa-tidak dosa

Pasangan menjadi harmonis karena mereka menyadari perbedaan yang mereka miliki. Jadi, tidak ada istilah buta karena cinta di kamus mereka. Mereka justru melihat dengan jelas segala perbedaan yang ada dan menyadarinya. Mereka harmonis karena memutuskan untuk menghargai segala perbedaan itu, bukan mencampur aduk atau menghilangkannya. Mereka menjadi harmonis karena mereka mengembangkan toleransi, bukan mencari cara supaya salah satunya mengalah dan berpindah keyakinan.

Keharmonisan, kerukunan, kebahagiaan dalam rumah tangga beda keyakinan hanya dapat diciptakan oleh kualitas mental yang baik.

Jika membangun sebuah rumah, pondasi rumah lah yang dibuat terlebih dahulu, bukan?  Jika mau rumah yang kuat dan kokoh, maka kualitas pondasinya menjadi hal penting. Pondasinya dari semen berkualitas, batu berkualitas, dsb. Nah, dalam relasi, pondasi itu adalah penerimaan, penghargaan, tidak merasa keyakinannya yang paling benar, dan toleransi. Jika semua itu sudah ada dan dikembangkan sejak proses berteman/ pacaran, kehidupan berumah tangga itu pun akan berjalan dengan harmonis ke depannya.

Tetapi kalau di saat pacaran, pasangan itu berusaha tarik menarik, selalu berusaha agar pasangannya pindah keyakinan, dapat diprediksi bahwa rumah tangga itu nantinya akan penuh persaingan. Persaingan untuk menunjukkan bahwa keyakinannya lah yang paling benar, caranya yang paling tepat, dirinya yang harus diikuti, dsb. Tentu persaingan seperti ini tidak sehat.

Nah, ingin seperti apa rumah tanggamu kelak? Kamu dan pasangan lah yang menciptakannya.

Cheer up! :)

Tips Menolak Ajakan Tawuran

Tags

, , , ,


Pertanyaan ini muncul di belakang layar blog saya. Pertanyaan ini juga mengingatkan saya tentang pengalaman seorang remaja laki-laki yang diajak tawuran oleh seniornya sewaktu SMA. Waktu itu dia menjadi “murid pindahan”, pindah dari Pontianak ke Yogyakarta.  Kakak tingkatnya mengajaknya tawuran setelah tahu bahwa dia berasal dari Kalimantan.

“Orang Kalimantan, kan, jago-jago… punya ilmu, ntar kamu ikutan kita, ya!”  katanya.

Kedengarannya lucu dan tidak nyambung, ya. Mereka berpikir bahwa semua orang Kalimantan punya ilmu alias kebal senjata, kalau tawuran pasti tidak akan luka-luka dan lawan pasti takut. Ya, itu pandangan beberapa orang di Jogjakarta kala itu.

Untungnya, remaja laki-laki tersebut tidak berminat. Waktu itu, mentalnya cukup terjaga karena tergolong religius dalam hal agama dan sedang mengikuti kegiatan yang positif. Ia aktif di klub voli, komunitas gitar,  dan juga ikut network marketing.

“Hehehehe… lihat nanti, ya, Mas”, respon remaja itu saya sambil cengar cengir.

Bagi remaja, menghadapi ajakan seperti itu tentunya suatu persoalan. Remaja menghadapi persoalan yang dilematis. Pilih A atau B. Remaja menjadi bingung menyikapinya. Satu sisi mereka ingin diterima teman-temannya, ingin solid atau setia kawan dengan teman, tetapi di sisi lain remaja juga tahu bahwa tawuran itu perilaku yang salah.

What should I do?
Nah, mari kita sama-sama refleksikan apakah tawuran itu baik atau buruk, apa manfaat dan kerugiannya, apakah yang akan kita pukul/keroyok itu telah berbuat salah pada kita.

Setelah kamu refleksikan semua itu dan merasa yakin bahwa tawuran itu tidak baik dan akan memberi dampak yang buruk, maka mantabkan hati akan pilihanmu. Yakinkan dirimu bahwa, “Aku tidak mau ikut tawuran”.

Nah, setelah kamu mantab dengan pilihanmu, kamu akan mudah menolah ajakan tawuran. Berikut ini ada beberapa alternatif cara menolak ajakan tawuran:
* Menolak ajakan tawuran secara tidak langsung.
Jawaban tidak langsung ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak berani mengambil resiko. Alasan dasarnya karena ia tahu resiko, tetapi takut ditinggalkan oleh teman-teman, dianggap tidak setia kawan, dikatakan pengecut, dan sebutan-sebutan negatif lainnya. Jawabannya cenderung mengalihkan kegiatan, misalnya mengaku mau antar mama, janjian sama kakak, ada acara keluarga, mau jemput papa di bandara, dsb. Banyak alasan untuk menghindar ajakan tersebut. Cara ini halus dan boleh-boleh saja. Namun, jawaban ini tidak akan membuat teman-teman kamu berhenti mengajak tawuran. Jika kali ini kamu tidak bisa ikut, mereka akan mengajakmu lagi di kesempatan yang lain. Dan, tentu saja kalian harus pandai-pandai membuat jawaban yang kreatif dan pandai berakting lagi. Hingga pada akhirnya mereka sadar bahwa kamu sebenarnya memang tidak mau ikut tawuran.

* Menolak ajakan tawuran secara langsung.
Menolak secara langsung mungkin sulit, tapi pasti bisa kamu lakukan. Kumpulkanlah keberanian. Kamu membutuhkan keberanian itu. Kamu juga harus berani jujur dan yakin bahwa tawuran itu tidak baik. Kamu harus siap dengan konsekuensi bahwa “mungkin” kamu akan ditinggalkan oleh teman-teman dan dicap tidak setia kawan.
Kamu dapat mengatakannya dengan tenang, “Maaf, aku nggak ikutan, ya”. Jika ditanya alasannya apa, kamu bisa saja mengatakan sambil bercanda atau pun menjawab serius. Jika bercanda, kamu bisa katakan, “Wah, aku kan malaikat, Bro…cinta perdamaian”. Jika situasinya menuntut jawaban yang serius, kamu bisa bilang dengan jujur, “Aku nggak setuju kalau kita tawuran-tawuran begitu. Mau sampai kapan kita ribut melulu. Aku lebih memilih jalan berdamai, Bro”.

Ingatlah, sikap positif (baik) itu akan diikuti oleh teman-teman kamu. Teman-teman yang memilih tawuran itu masih labil dan keliru memilih sikap. Mereka belum mampu menyadari bahwa pilihan mereka itu keliru. Nah, kamu adalah orang yang sedang berproses menjadi dewasa. Oleh karena itu, kamu sudah mampu membedakan mana sikap baik dan mana sikap buruk. Jadi, kembangkan kedewasaan dan kebijaksanaan dalam dirimu. Mantabkan dirimu dengan memilih hal-hal yang positif. Segala pilihan yang positif akan membawamu ke hal-hal positif pula.

Cheer up! :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.